Seminar Miitigasi Masalah di Ranah Minang

Seminar Mitigasi Masalah di Minangkabau

Padang, kabayakin.com – Senator Republik Indonesia, Irman Gusman memfasilitasi penyelenggaraan Seminar Minangkabau Sabtu, 14 juni 2025. Seminar tersebut berlangsung di Universitas Metamedia – Padang. Irman Gusman merupakan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Sumatera Barat.

Dalam acara tersebut, Dr. Yulizal Yunus Dt Rajo Bagindo memaparkan bahwa belum ada Peraturan Daerah tentang KAN semenjak Perda Nomor 13 Tahun 1983 tentang KAN di cabut.
Pada kesempatan itu, Basrizal Dt Pangulu Basa mengutip pernyataan Tan Malaka, “Aia basabuah jo aiaMinyak sabuah jo minyak.. (Air bersatu dengan air, minyak bersatu dengan minyak pula).

Dalam forum diskusi, minyak jo aia bisa bedialek tika…(minyak dan air bisa berdialetika) Tapi kalau di dalam masin minyak jo aia bacampua akan merusak masin tersebut. (dalam mesin minyak dan air akan merusak mesin tersebut) lanjut Dt Pangulu Basa.

Selanjutnya beliau juga menyampaikan, “Tongak utama hukum adat adalah Masyarakat hukum adat dan ulayat. Karena diatur oleh undang-undang. Menyangkut ulayat bukan tanah saja tapi juga termasuk laut, danau air, dan udara. Menyangkut hukum adat harus ada pengadilan adat. Kalau ada masalah tentang sako dan pusako, mesti diselesaikan di peradilan adat”.
Beliau berpesan, “Pemerintah harus memfasilitasi limbago adat. Jangan lebih mengutamakan lembaga adat. Pemerintah juga harus  melakukan penataran agar lebih paham tentang Minangkabau”.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Hasanuddin Dt Tan Patiah menyampaikan, “pendidikan karakter orang Minang walaupun parewa tapi ndak lupo jo agamo. Urang Minang sukses raso jo pareso. Raso adolah budi dan pareso adolah harago diri. (pendidikan karakter orang Minang walaupun preman tetapi tetap tidak lupa akan agama. Orang Minang sukses dengan Rasa dan periksa. Rasa adalah budi dan periksa adalah harga diri). (DRJ).